“Sayang, aku mau bawa anak-anak beli petasan…”
“Di KL gak boleh main petasan, Cinta…”
“Kalau begitu aku bawa dari Jakarta…”
“Di kastam aku pura-pura gak kenal kamu yaaaaaaaaaa, kubiarkan kamu ditangkap.”
Malassssssssss.
“Sayang, aku mau bawa anak-anak beli petasan…”
“Di KL gak boleh main petasan, Cinta…”
“Kalau begitu aku bawa dari Jakarta…”
“Di kastam aku pura-pura gak kenal kamu yaaaaaaaaaa, kubiarkan kamu ditangkap.”
Malassssssssss.
“Sayang cobain ini deh… enak banget…”
Aku buka mulut, Maly nyodorin sendoknya ke bibirku, tapiii…sendok cepat-cepat diarahin ke mulutnya sendiri, slurp.
Gerobakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk! Benci tau!!!
Sedang di pertokan…
“Sayang lapar nggak? Jangan dulu ya jimat wang kita … ( hemat uang)”
Di bawanya aku putar-putar, entah kemana, ternyata bukan mau menghemat, dia lupa lokasi resto kesukaannya. Meleleh perutku kelaparan.
“Kasihan Sulung puasa Indy… waktu aku masak dan panaskan kuali dia bilang…Mommy, kuali ini baunya macam Coca Cola.”
Wakakakakakaka
“Indyyy, listrik mati nih di KL, nggak bisa ngapa-ngapain.”
“Kenapa bisa mati?”
“Transformer bergaduh di luar.” (Sambil ngomel-ngomel…lucu juga kamu nanya itu, mana aku tahu listrik mati Cintaaaa!)
Asaaaaaaaaaaaaaaaaaal!
Dulu…
Kuakui Maly memang pecinta sejati, kalau udah memuji aku rasanyaaaaa…kelepek-klepekkkkk tergodalah aku.
“Indy…nggak pernah ada perempuan istimewa dalam hidupku seistimewa kamu. Aku sanggup lakukan apa saja buat kamu…Kamu bisa lihat sendirikan semua yang kukerjakan buat kamu…Rumah ini buat kamu, kereta itu buat kamu, tabungan aku juga buat kamu…besarnya pengorbanan aku buat kamu sayang… (dia diam sebentar…) Gimana pujian-pujian aku tadi Indy? Baguskan? Kalau aku puji ke perempuan lain pasti mereka tergodakan?
Nyesal kudengeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.
Dulu….
“Kenapa ya tadi malam kamu langsung tidur?”
“Ngantuk Maly, kitakan kemarin jalan seharian.”
“Aku udah nggak menarik lagi ya?”
Hahahahahahha… memangggggggggggggggggggggggggggggggggg.
Maly Mencatat
“Huh…Maly jelek! Bencinya sama kamu!”
“Apaan sih sayang…aku pakai di benci segala”.
“Kamu tuh pikirannya cewe mulu aku cemburuan tau ga.”
“Eaalahhh…aku kan lagi jomblo ga salah naksir menaksir”. *mood ego*
“Tapi…i…i masak aku yang sms dulu baru kamu balas, udah gitu lama bangettt lagi balasnya, Malyyyy jelekkkkk huh!.”
“Hahahahaha…asyik itu aja yang kamu omelin?”
“Yalah…dasar jelek, huh!”
“Aku lagi bete ma kamu tau ga! Masa mau sholat, mau bubu, mau maem, mau pipis pun harus sms kamu?”
“Ooooooooh begitu ya sekarangggggg.”
“Ehhhh, erkkkkk…cep cep cep Indy…plum plum… mau sikat gigi warna kuning ngga? Kubelikan tiga ya buat kamu…”
Capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…dehhhhhhhh….
Catatan Maly
Harus ada batas-batas dong…
“Rrr…Maly sayang gimana keadaan kamu sekarang?”
“Yaa…ginilah life must go on sekarang aku lagi cycling…bla bla bla.”
“Duhhh Malyy senang banget aku dengarnya…pasti kamu tambah keren.”
“Erkk…aku kepikiran mau potong rambut ala butchy gitu terus pakaianku juga kutukar jadi agak macho.”
“Jangan Malyyy please…ntar ramai cewe naksir kamu…aku jambak rambut kamu nanti!!! Katanya mau tobaaaaaaaaaaaaaat…”
“Beeeeeeeeh!!!! Siapa sih kamuuuu Indyyyyyyyy? Saudara sepusat sepusing ngga, mama papa juga asing-asing.”
“sombongggg!Malyyyyyyyyy!!!!”
Kahkahkahkahkah
Catatan Maly
Bungsu agak bete ma aku…
“Sayang Mummy ngga?”
“Ngga!”
“Sayang Mom kali yah.”
“Dua-dua ngga sayang.”
“Duh kenapa Mom ngga di sayang Mom salah apa ma kamu nak.”
“Dua-dua asyik bercinta aja di telepon tapi Mom ngga juga datang-datang.”
“Idihhh anakku…Mom lagi sibuk ntar ada cuti Mom pasti datang.”
Bungsu terus senyum memelukku…
Ermmm…Indy sayang Maly ngga?
( Kata-kata Indy: ingaaaaaaaaaaat ingaaaaaaaaat kita udah jadi sodaraaaaaaaaa oiiiiiiiii)
Zassssssssssssssssssssss!!!